Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

18 Maret 2009

Perencanaan Bahasa (Language Planning) pada Era Globalisasi

Oleh Masnur Muslich

Prakata

Buku Perencanaan Bahasa (Language Planning) pada Era Globalisasi ini merupakan kapita selekta dari berbagai tulisan yang terkait dengan usaha pemberdayaan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Sebagai bahasa yang mendapatkan label “identitas bangsa”, “wahana budaya”, “bahasa persatuan”, “bahasa nasional”, “bahasa resmi”, “bahasa pendidikan”, “bahasa iptek”, dan sebagainya, keberadaan bahasa Indonesia pada era glabalisasi ini semakin terasa perlu dilestarikan bahkan dimantapkan keberedaannya. Apalagi, pada era globalisasi ini fenomena yang siap merenggut keberdayaan bahasa Indonesia sudah “menganga” di berbagai lini kehidupan. Kemajuan teknologi komunikasi dan media yang sudah menguasai sebagian besar kehidupan bangsa Indonesia akan bisa meminggirkan bahkan mencampakkan perkembangan bahasa Indonesia apabila tidak disikapi secara arif yang disertai sikap positf terhadapnya.
Lewat ilustrasi dan gagasan-gagasan yang tertuang dalam buku ini diharapkan semua pihak yang merasa “memiliki” bahasa Indonesia bisa ikut melestarikan dan memberdayakannya dalam kehidupan komunikasi di berbagai ranah dan keperluan secara proporsional. Selain itu, para penentu kebijakan dan para profesional di bidang kebahasaan ikut terpacu dan terlibat secara aktif dalam upaya “mendewasakan” bahasa Indnesia menjadi bahasa yang berwibawa sehingga bisa menjalakan kedudukan dan fungsinya secara mantap. Sebab, tugas perencanaan bahasa ini bukan hanya dibebankan kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, tetapi menjadi beban dan tugas semua pihak. Kesadaran ini apabila diterapkan secara proporsional tentu akan menepis kekhawatiran bahwa bahasa Indonesia akan terpinggirkan para era globalisasi.
Secara akademik, buku ini bisa memberikan wawasan teoretis kepada mahasiswa jurusan (pendidikan) bahasa Indonesia, guru dan pembina bahasa Indonesia di semua jenjang pendidikan, dan penentu kebijakan di bidang pendidikan. OLeh karena itu, tinjauan teoretis selalu menjadi landasan uraian yang tertuang dalam buku ini sehingga menjadi rujukan bagi yang memerlukannya.
Semoga upaya ini bersambut.

Malang, Februari 2009


Masnur MUslich



Daftar Isi

Prakata
Pendahuluan
1. Dasar-dasar Perencanaan Bahasa
2. Sejarah Perkembangan Perencanaan Bahasa
3. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
4. Bahasa Indonesia sebagai Identitas dan Penyatu Bangsa Menghadapi Pengubah Sosial
5. Bahasa dan Sastra sebagai Identitas Bangsa dalam Proses Globalisasi
6. Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi
7. Masalah Rasa Setia Bahasa dan Pembinaan Bahasa Indonesia
8. Bahasa dan Rasa Kebangsaan
9. Modernisasi Bahasa Indonesia
10. Beberapa Pedoman dalam Standardisasi Bahasa di Sepanjang Sejarah
11. Peristilahan dalam Bahasa Indonesia
12. Persoalan di Sekitar Bentuk Ucapan Baku Bahasa Indoensia
13. Kegiatan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
14. Kegiatan Kongres Bahasa Indonesia
Daftar Pustaka
Lampiran:
Lampiran 1: Putusan Kongres Bahasa Indonesia I
Lampiran 2: Putusan Kongres Bahasa Indonesia II
Lampiran 3: Putusan Kongres Bahasa Indonesia III
Lampiran 4: Putusan Kongres Bahasa Indonesia IV
Lampiran 5: Putusan Kongres Bahasa Indonesia V
Lampiran 6: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VI
Lampiran 7: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VII
Lampiran 8: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VIII


Pendahuluan

Istilah “perencanaan bahasa” atau language planning sudah tidak asing lagi bagi negara mana pun. Bahkan, istilah ini merupakan salah satu program nasional bagi negara yang menginginkankan sistem komunikasi verbalnya berjalan dengan lancar dalam segala bidang kehidupan di negaranya. Yang membedakan hanyalah strategi dan penekanannya, karena setiap negara mempunyai “sejarah” tersendiri bagi bahasa yang dipakainya. Bahkan, karena pentingnya masalah bahasa ini, kenyataan membuktikan bahwa setiap negara penjajah selalu “mengatur” bahasa – alih-alih disebut “merencanakan bahasa” – atas negara jajahannya. Begitu juga sebaliknya, negara yang baru merdeka atau dimerdekakan oleh negara penjajahnya, pertama-tama yang digarap adalah “memulihkan” bahasanya. Mengapa hal ini terjadi secara sistemik? Konsep perencanaan bahasa yang diulas dalam bab 1 dan sejarah perkembangan perencanaan bahasa yang dikupas dalam bab 2 kiranya dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Begitu juga bahasa Indonesia bagi negara dan bangsa Indonesia. Dengan kedudukan dan fungsinya yang amat sarat, sebagaimana yang diuraikan dalam bab 3, negara dan bangsa Indonesia merasa bertanggung jawab, bahkan berkewajiban, memantapkan keberadaan bahasa Indonesia dalam peri kehidupannya. Apalagi disadari bahwa bahasa Indoneaia sudah menjadi “identitas´dan “simbol” negara dan bangsa Indonesia setaraf dengan lambang negara “Garuda Pancasila” dan lagu nasional “Indonesia Raya”. Sebagai identitas dan simbol bangsa, sebagaimana diuraikan pada bab 4 dan 5, bahasa Indonesia mesti tetap eksis di tengah-tengah pergaulan dunia pada era globalisasi ini, walaupun tidak sedikit tantangannya sebagaimana diuraikan pada bab 6. Rasa setia terhadap bahasa Indonesia (diuraikan pada bab 7) dan rasa kebangsaan (diuraikan pada bab 8) harus tetap terpatri di setiap sanubari bangsa Indonesia, kalau tidak ingin “tenggelam” di lautan globalisasi. Sebab, pengaruh apa pun akan mental kalau kedua benteng tersebut masih bertengger di sebagian besar bangsa pemilik bahasa Indonesia.
Pada sisi lain, bahasa Indonesia harus mengikuti irama perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia. Karena bangsa Indonesia ingin maju dan ingin modern setaraf dengan bangsa modern lainnya, bahasa Indonesia pun perlu dikembangkan ke arah yang modern dengan cara standardisasi di berbagai unsur linguistiknya, mulai dari standardisasi ejaan, istilah, ucapan, dan sebagainya. Sebab, dengan cara inilah, bahasa Indonesia bisa berkembag secara konvergen, yaitu berkembang ke aras yang lebih mantap, bisa mewadahi semua konsep yang diinginkan penuturnya. Bab 9, 10, 11, dan 12 menguraikan secara tuntas persoalan standardisasi ini.
Upaya-upaya perencanaan bahasa Indonesia baik dalam bentuk pembinaan dan pengembangan sudah lama dilakukan, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan bahasa Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari isu-isu yang muncul dalam setiap Kongres Bahasa Indonesia sejak tahun 1938 (Kongres I) sampai dengan sekarang (Lihat bab 14). Serangkaian kegiatan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pun mencerminkan betapa perhatian pemerintah terhadap bahasa Indonensia (Lihat bab 13).
Yang perlu disadari adalah upaya perencanaan bahasa Indonesia tidak dimaksudkan untuk memanipulasi – apalagi mengebiri – kealamiahan bahasa. Sebab, selama ini ada yang tak acuh terhadap program perencanaan bahasa ini dengan mengatakan “biarlah bahasa hidup seperti apa adanya”, “Leave your language alone” (kata Robert Hall Jr), “tanpa ada perencanaan bahasa, bahasa Indonesia tidak akan mati”, dan ungkapan sinis laininya. Sebagai bahasa yang mempunyai kedudukan dan fungsi yang sarat, sangat layak kalau pemakainya mempunyai obsesi agar kedudukan dan fungsi tersebut bisa tetap eksis. Oleh karena itu, sebagaimana norma-norma budaya yang lain, norma-norma yang dianggap bisa mendukungnya (baik norma linguistik maupun non-linguistik) perlu diformulasikan agar bisa diterapkan oleh pemakainya.

===
Anda ingin membaca buku lengkap, tunggu penerbitannya. Atau, hubungi Masnur Muslich email: muslich_m@yahoo.co.id

Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedudukan, Fungsi, Pembinaan, Pengembangan

oleh Masnur Muslich

PRAKATA

Buku yang terkemas dalam tajuk Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedudukan, Fungsi, Pembinaan, Pengembangan ini merupakan kumpulan dari berbagai tulisan yang menyebar di beberapa media, terutama jurnal bahasa dan pendidikan. Tujuan kehadiran buku ini adalah memberikan wawasan – atau setidak-tidaknya mengingatkan kembali – kepada pembaca bahwa pada era global yang hampir tidak mengenal batas negara, bangsa, dan budaya ini, bahasa Indonesia mesti, bahkan harus, tetap bisa mengemban visi dan misinya bagi negara dan bangsa Indonesia seiring dengan kedudukan dan fungsinya yang amat sarat itu.
Oleh karena itu, buku ini terasa cocok dibaca oleh siapa saja yang menaruh perhatian kepada bahasa Indonesia, terutama pembina (guru dan dosen) bahasa Indonesia dan mahasiswa jurusan atau program (pendidikan) bahasa Indonesia. Bahkan, para penentu kebijakan di bidang pendidikan (mulai dari kepala sekolah sampai dengan kepada dinas pendidikan) dan pemerhati budaya pun berkepentingan memperoleh wawasan tentang pembinaan dan pengembangan bahasa ini.
Semoga upaya ini ada guna dan manfaatnya bagi kejayaan bahasa Indonesia. Semoga.


Malang, Februari 2009


Masnur Muslich



DAFTAR ISI

Prakata
Pendahuluan

Bagian Satu:
1.Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
2.Bahasa Indonesia sebagai Identitas dan Penyatu Bangsa
3.Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi

Bagian Dua:
4.Pembinaan Bahasa Indonesia
5.Peran Masyarakat dalam Pembinaan Bahasa Indonesia
6.Sasaran Umum Pembinaan Bahasa Indonesia
7.Upaya Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Kesusastraan di Daerah
8.Peranan Pemimpin dalam Pembinaan Bahasa Indonesia
9.Pembinaan Pengajaran Bahasa Indonesia
10.Hambatan Non-linguistis Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua
11.Linguistik dan Pengajaran Bahasa Indoesia

Bagian Tiga:
12.Pengembangan Bahasa Indonesia
13.Beberapa Pedoman dalam Standardisasi Bahasa di Sepanjang Sejarah
14.Peristilahan dalam Bahasa Indonesia
15.Persoalan di Sekitar Bentuk Ucapan Baku Bahasa Indonesia
16.Kegiatan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Daftar Pustaka
Lampiran
Lampiran 1: Putusan Berbagai Kongres Bahasa Indonesia
- Lampiran 1.a: Putusan Kongres Bahasa Indonesia I
- Lampiran 1.b: Putusan Kongres Bahasa Indonesia II
- Lampiran 1.c: Putusan Kongres Bahasa Indonesia III
- Lampiran 1.d: Putusan Kongres Bahasa Indonesia IV
- Lampiran 1.e: Putusan Kongres Bahasa Indonesia V
- Lampiran 1.f: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VI
- Lampiran 1.g: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VII
Lampiran 2: Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional
Lampiran 3: Hasil Perumusan Seminar Bahasa Daerah


PENDAHULUAN

Era globalisasi yang ditandai dengan arus komunikasi yang begitu dahsyat menuntut para pengambil kebijakan di bidang bahasa bekerja lebih keras untuk lebih menyempurnakan dan meningkatkan semua sektor yang berhubungan dengan masalah pembinaan bahasa. Sebagaimana dikemukakan oleh Featherston (dalam Lee, 1996), globalisasi menembus batas-batas budaya melalui jangkauan luas perjalanan udara, semakin luasnya komunikasi, dan meningkatnya turis (wisatawan) ke berbagai negara.
Melihat perkembangan bahasa Indonesia di dalam negeri yang cukup pesat, perkembangan di luar negeri pun sangat menggembirakan. Data terakhir menunjukkan setidaknya 52 negara asing telah membuka program bahasa Indonesia (Indonesian Language Studies). Bahkan, perkembangan ini akan semakin meningkat setelah terbentuk Badan Asosiasi Kelompok Bahasa Indonesia Penutur Asing di Bandung tahun 1999. Walaupun perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat di satu sisi, di lain sisi peluang dan tantangan terhadap bahasa Indonesia semakin besar pula. Berbagai peluang bahasa Indonesia dalam era globalisasi ini antara lain adanya dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk peran media massa. Sementara itu, tantangannya dapat dikategorikan atas dua, yaitu tantangan internal dan tantang eksternal, baik linguistis maupun non-linguistis. Tantang internal linguistis berupa pengaruh negatif bahasa daerah berupa kosakata, pembentukan kata, dan struktur kalimat. Tantangan eksternal linguistis datang dari pengaruh negatif bahasa asing (teruatama bahasa Inggria) berupa masuknya kosakata tanpa proses pembenukan istilah dan penggunaan struktur kalimat bahasa Inggris. Sementara itu, tantangan internal non-linguistis berupa sikap negatif, tak acuh, dan sinis sebagian pemakai bahasa Indonesia. Tantangan ekternal non-linguistis berupa kurangnya penghargaan pemerintah, lembaga negara, dan lembaga profit terhadap kualitas atau kemahiran bahasa Indonesia.
Setelah mencermati berbagai peluang dan tantangan tersebut, muncullah serangkaian pertanyaan berikut.
Mampukah bahasa Indonesia mempertahankan jati dirinya di tengah arus tarik-menarik dari dua tantangan tersebut?
Apakah peluang-peluang yang mendukung pembinaan bahasa Indonesia dalam mempertahankan jati diri bahasa Indonesia?
Apa saja tantangan-tantangan masa depan terhadap perkembangan bahasa Indonesia dalam arus tarik-menarik tersebut?
Bagaimana upaya penanggulangan terhadap tantangan-tantangan tersebut?
Buku ini mencoba menjawab serangkaian pertanyaan tersebut dengan mengemasnya menjadi tiga bagian.
a.Bagian satu menyangkut kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia bagi negara dan bangsa Indonesia. Pada bagian ini diulas pengertian kedudukan dan fungsi bahasa, jenis-jenis kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, dan bagaimana keadaan bahasa Indonesia pada era globalisasi
b.Bagian dua menyangkut pembinaan bahasa Indonesia. Pada bagian ini diulas pengertian, sasaran, aspek pembinaan bahasa Indonesia, faktor penunjang dan penghambat pembinaan bahasa Indonesia baik faktor internal maupun eksternal, faktor linguistis maupun faktor non-linguistis. Juga diulas bagaimana peran pemimpin dan pembinaan bahasa Indonesia dan pembinaan bahasa Indonesia lewat pengajaran.
c.Bagian tiga menyangkut pengembangan bahasa Indonesia. Pada bagian ini diulas pengertian, sasaran, aspek pengembangan bahasa Indonesia, faktor penunjang dan penghambat pengembangan bahasa Indonesia baik faktor internal maupun eksternal. Juga diulas bagaimana upaya pembakuan bahasa, khusunya pembakuan istilah dan ucapan bahasa Indonesia, dan apa kegiatan yang telah dilakukan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa terkait dengan visi dan misinya.
Tentu saja upaya menjawab tantangan yang terkemas dalam buku ini hanyalah berupa obsesi sebagai anak bangsa yang ingin melestarikan bahasanya. Sebab disadari bahwa kehadiran bahasa Indonesia yang sampai saat ini dipakai oleh bangsa Indonesia merupakan hasil sejarah perjuangan bangsa yang cukup panjang yang juga dilakukan oleh anak bangsa yang menyadari rasa kebangsaannya (nationality). Oleh karena itu, akan naïf rasanya kalau kita tidak bisa melestarikan dan mengembangkannya, tetapi justru merusaknya.

==========
Uraian lebih lanjut, silakan baca buku lengkapnya yang segera terbit. Atau, hubungi Masnur Muslich di email: muslich_m@yahoo.co.id

26 Agustus 2007

Tatabentuk Bahasa Indonesia

KATA PENGANTAR

Buku Tatabentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya setelah mendapatkan sambutan positif dari para Pembina matakuliah Morfologi Bahasa Indonesia di Jurusan/Program Studi (Pendidikan) Bahasa Indonesia sebagai referensi utama mahasiswanya. Ada beberapa hal yang mendasari perbaikan buku ini, yaitu saran-saran konstruktif dan praktis dari para pembaca (baik disampaikan lewat surat maupun lewat forum seminar/diskusi), konsep-konsep baru yang terkait dengan morfologi yang dalam sajian buku sebelumnya belum dibahas, dan problema morfologis mutakhir yang perlu direspons atau disikapi.
Pola sajian buku ini lebih bersifat diologis dan familier sehingga pembaca lebih bisa menghayati setiap konsep yang disajikan. Pola khas ini sengaja diterapkan agar pembaca tidak merasa tertekan dan jenuh ketika memahami konsep yang dianggapnya “pelik”. Selain itu, setiap sajian diakhiri dengan bahan diskusi yang terkait dengan topik sajian untuk dipecahkan oleh pembaca. Strategi ini dimaksudkan agar pembaca bisa “mengukur diri” kadar ketercapaian pemahaman setiap topik yang baru dibacanya.
Walaupun setakat ini sudah diupayakan penyempurnaan, tentu masih ada celah kelemahan dan peluang perbaikan. Untuk ini, penulis tetap terbuka bagi pembaca untuk memberikan saran lanjutan untuk perbaikan pada edisi berikutnya. Ataskelonggaran pembaca, penulis ucapkan terimakasih.
Terakhir, ucapan terima kasih sedalam-dalamnya perlu penulis sampaikan kepada Sdr. Hara Shintaro dan Sdr. Nik Abdul Rakib bin Nik Hassan yang tidak henti-hentinya berdiskusi tentang bahasa dan budaya dengan penulis (sejak Juli – Desember 2006) di Malay Studies Information Center, Faculty of Humanities and Social Sciences, Prince of Songkhla University, Pattani Campus, Pattani, Thailand, sehingga memberikan inspirasi penulis untuk segera menyelesaikan perbaikan buku ini. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada para pembaca yang telah peduli terhadap buku ini sehingga sempat memberikan saran konstruktif dan praktis kepada penulis.
Semoga buku ini bisa lebih bermakna bagi pembaca, terutama mahasiswa Jurusan/Program Studi (Pendidikan) Bahasa Indonesia, dosen matakuliah Morfologi Bahasa Indonesia, guru bahasa Indonesia di semua jenjang pendidikan, dan pemerhati bahasa Indonesia.
Wasalam.

Pattani (Thailand) – Malang (Indonesia), Desember 2006
Masnur Muslich



DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar

1. Mengenal Bentuk Linguistik
A. Konsep Dasar Bentuk Linguistik
B. Morfem, Morf, Alomorf, dan Kata
C. Prosedur dan Prinsip Pengenalan Morfem
D. Wujud Morfem
E. Unsur
Bahan Diskusi 1

2. Jenis Morfem Bahasa Indonesia
A.Jenis Morfem Berdasarkan Kemampuan Distribusi
B.Jenis Morfem Berdasarkan Porduktivitasnya
C.Jenis Morfem Berdasarkan Relasi Antarunsurnya
D.Jenis Morfem Berdasarkan Sumbernya
E.Jenis Morfem Berdasarkan Jumlah Fonem yang Menjadi Unsurnya
F.Jenis Morfem Berdasarkan Keterbukaannya Bergabung dengan Morfem Lain
G.Jenis Morfem Berdasarkan Bermakna Tidaknya
Bahan Diskusi 2

3. Distribusi Morfem Bahasa Indonesia
A. Distribusi Morfem Imbuhan
B. Distribusi Morfem Ulang
C. Distribusi Morfem dalam Bentuk Majemuk
Bahan Diskusi 3

4. Konsep Dasar Proses Morfologis
A.Pengertian Proses Morfologis
B.Ciri Suatu Kata yang Mengalami Proses Morfolgis
C.Macam Proses Morfologis
D.Pembentukan Kata di Luar Proses Morfologis
Bahan Diskusi 4

5. Proses Pembubuhan Afiks (Afiks
A.Pengertian Proses Pembubuhan Afiks
B.Pengertian Afiks
C.Perubahan Fonem Akibat Peroses Pembubuhan Afiks
Bahan Diskusi 5

6. Proses Pengulangan (Reduplikasi)
A.Pengertian Proses Pengulangan
B.Ciri Bentuk Dasar Kata Ulang
C.Jenis Pengulagan
Bahan Diskusi 6

7. Proses Pemajemukan (Komposisi)
A.Pengertian Proses Pemajemukan
B.Ciri Kata yang Mengalami Proses Pemajemukan
C.Jenis Pemajemukan dalam Bahasa Indonesia
Bahan Diskusi 7

8. Arti Morfem Imbuhan, Morfem Ulang, dan Morfem Konstruksi Mejemuk
A.Arti Morfem Imbuhan
B.Arti Morfem Ulang
C.Arti Morfem Konstruksi Majemuk
Bahan Diskusi 8

9. Fungsi Morfem Imbuhan, Morfem Ulang, dan Morfem Mejemuk
A.Fungsi Morfem Imbuhan
B.Fungsi Morfem Ulang
C.Fungsi Morfem Majemuk
Bahan Diskusi 9

10.Perubahan Bentuk Kata
A.Analogi
B.Adaptasi
C.Kontaminasi
D.Hiperkorek
E.Varian
F.Asimilasi
G.Disimilasi
H.Adisi
I.Reduksi
J.Metatesis
K.Diftongisasi
L.Monoftongisasi
M.Anaptiksis
N.Haplologi
O.Kontraksi
Bahan Diskusi 10

11.Penjenisan Kata
A.Berbagai Versi tentang Jenis Kata
B.Pengujian Jenis Kata
Bahan Diskusi 11

12.Problema Morfologis dalam Bahasa Indonesia
A.Problema Akibat Bentukan Baru
B.Problema Akibat Kontaminasi
C.Problema Akibat Unsur Serapan
D.Problema Akibat Analogi
E.Problema Akibat Perlakuan Kluster
F.Problema Akibat Proses Morfologis Unsur Serapan
G.Problema Akibat Perlakuan Bentuk Majemuk
Bahan Diskusi 12

Daftar Pustaka
Lampiran: Pedoman Umum Pembentukan Istilah

Uraian lengkap silakan membaca Tatabentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif Bahasa Indonesia oleh masnur Muslich (Bumi Aksara, 2008)

Perencanaan Bahasa pada Era Globalisasi

Kata Pengantar

Buku Perencanaan Bahasa (Language Planning) pada Era Globalisasi ini merupakan kapita selekta dari berbagai tulisan yang terkait dengan usaha pemberdayaan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Sebagai bahasa yang mendapatkan label “identitas bangsa”, “wahana budaya”, “bahasa persatuan”, “bahasa nasional”, “bahasa resmi”, “bahasa pendidikan”, “bahasa iptek”, dan sebagainya, keberadaan bahasa Indonesia pada era glabalisasi ini semakin terasa perlu dilestarikan bahkan dimantapkan keberedaannya. Apalagi, pada era globalisasi ini fenomena yang siap merenggut keberdayaan bahasa Indonesia sudah “menganga” di berbagai lini kehidupan. Kemajuan teknologi komunikasi dan media yang sudah menguasai sebagian besar kehidupan bangsa Indonesia akan bisa meminggirkan bahkan mencampakkan perkembangan bahasa Indonesia apabila tidak disikapi secara arif yang disertai sikap positf terhadapnya.
Lewat ilustrasi dan gagasan-gagasan yang tertuang dalam buku ini diharapkan semua pihak yang merasa “memiliki” bahasa Indonesia bisa ikut melestarikan dan memberdayakannya dalam kehidupan komunikasi di berbagai ranah dan keperluan secara proporsional. Selain itu, para penentu kebijakan dan para profesional di bidang kebahasaan ikut terpacu dan terlibat secara aktif dalam upaya “mendewasakan” bahasa Indnesia menjadi bahasa yang berwibawa sehingga bisa menjalakan kedudukan dan fungsinya secara mantap. Sebab, tugas perencanaan bahasa ini bukan hanya dibebankan kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, tetapi menjadi beban dan tugas semua pihak. Kesadaran ini apabila diterapkan secara proporsional tentu akan menepis kekhawatiran bahwa bahasa Indonesia akan terpinggirkan para era globalisasi.
Secara akademik, buku ini bisa memberikan wawasan teoretis kepada mahasiswa jurusan (pendidikan) bahasa Indonesia, guru dan pembina bahasa Indonesia di semua jenjang pendidikan, dan penentu kebijakan di bidang pendidikan. OLeh karena itu, tinjauan teoretis selalu menjadi landasan uraian yang tertuang dalam buku ini sehingga menjadi rujukan bagi yang memerlukannya.
Semoga upaya ini bersambut.

Malang, Agustus 2007
Masnur MUslich



Pendahuluan

Istilah “perencanaan bahasa” atau language planning sudah tidak asing lagi bagi negara mana pun. Bahkan, istilah ini merupakan salah satu program nasional bagi negara yang menginginkankan sistem komunikasi verbalnya berjalan dengan lancar dalam segala bidang kehidupan di negaranya. Yang membedakan hanyalah strategi dan penekanannya, karena setiap negara mempunyai “sejarah” tersendiri bagi bahasa yang dipakainya. Bahkan, karena pentingnya masalah bahasa ini, kenyataan membuktikan bahwa setiap negara penjajah selalu “mengatur” bahasa – alih-alih disebut “merencanakan bahasa” – atas negara jajahannya. Begitu juga sebaliknya, negara yang baru merdeka atau dimerdekakan oleh negara penjajahnya, pertama-tama yang digarap adalah “memulihkan” bahasanya. Mengapa hal ini terjadi secara sistemik? Konsep perencanaan bahasa yang diulas dalam bab 1 dan sejarah perkembangan perencanaan bahasa yang dikupas dalam bab 2 kiranya dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Begitu juga bahasa Indonesia bagi negara dan bangsa Indonesia. Dengan kedudukan dan fungsinya yang amat sarat, sebagaimana yang diuraikan dalam bab 3, negara dan bangsa Indonesia merasa bertanggung jawab, bahkan berkewajiban, memantapkan keberadaan bahasa Indonesia dalam peri kehidupannya. Apalagi disadari bahwa bahasa Indoneaia sudah menjadi “identitas´dan “simbol” negara dan bangsa Indonesia setaraf dengan lambang negara “Garuda Pancasila” dan lagu nasional “Indonesia Raya”. Sebagai identitas dan simbol bangsa, sebagaimana diuraikan pada bab 4 dan 5, bahasa Indonesia mesti tetap eksis di tengah-tengah pergaulan dunia pada era globalisasi ini, walaupun tidak sedikit tantangannya sebagaimana diuraikan pada bab 6. Rasa setia terhadap bahasa Indonesia (diuraikan pada bab 7) dan rasa kebangsaan (diuraikan pada bab 8) harus tetap terpatri di setiap sanubari bangsa Indonesia, kalau tidak ingin “tenggelam” di lautan globalisasi. Sebab, pengaruh apa pun akan mental kalau kedua benteng tersebut masih bertengger di sebagian besar bangsa pemilik bahasa Indonesia.
Pada sisi lain, bahasa Indonesia harus mengikuti irama perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia. Karena bangsa Indonesia ingin maju dan ingin modern setaraf dengan bangsa modern lainnya, bahasa Indonesia pun perlu dikembangkan ke arah yang modern dengan cara standardisasi di berbagai unsur linguistiknya, mulai dari standardisasi ejaan, istilah, ucapan, dan sebagainya. Sebab, dengan cara inilah, bahasa Indonesia bisa berkembag secara konvergen, yaitu berkembang ke aras yang lebih mantap, bisa mewadahi semua konsep yang diinginkan penuturnya. Bab 9, 10, 11, dan 12 menguraikan secara tuntas persoalan standardisasi ini.
Upaya-upaya perencanaan bahasa Indonesia baik dalam bentuk pembinaan dan pengembangan sudah lama dilakukan, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan bahasa Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari isu-isu yang muncul dalam setiap Kongres Bahasa Indonesia sejak tahun 1938 (Kongres I) sampai dengan sekarang (Lihat bab 14). Serangkaian kegiatan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pun mencerminkan betapa perhatian pemerintah terhadap bahasa Indonensia (Lihat bab 13).
Yang perlu disadari adalah upaya perencanaan bahasa Indonesia tidak dimaksudkan untuk memanipulasi – apalagi mengebiri – kealamiahan bahasa. Sebab, selama ini ada yang tak acuh terhadap program perencanaan bahasa ini dengan mengatakan “biarlah bahasa hidup seperti apa adanya”, “Leave your language alone” (kata Robert Hall Jr), “tanpa ada perencanaan bahasa, bahasa Indonesia tidak akan mati”, dan ungkapan sinis laininya. Sebagai bahasa yang mempunyai kedudukan dan fungsi yang sarat, sangat layak kalau pemakainya mempunyai obsesi agar kedudukan dan fungsi tersebut bisa tetap eksis. Oleh karena itu, sebagaimana norma-norma budaya yang lain, norma-norma yang dianggap bisa mendukungnya (baik norma linguistik maupun non-linguistik) perlu diformulasikan agar bisa diterapkan oleh pemakainya.




Daftar Isi


Pengantar

Pendahuluan

1. Dasar-dasar Perencanaan Bahasa (Oleh Masnur Muslich)
2. Sejarah Perkembangan Perencanaan Bahasa (Oleh Masnur Muslich)
3.Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia (Oleh Masnur Muslich)
4. Bahasa Indonesia sebagai Identitas dan Penyatu Bangsa Menghaapi Pengubah Sosial (Mansoer Pateda)
5. Bahasa dan Sastra sebagai Identitas Bangsa dalam Proses Globalisasi (Oleh Mursal Esten)
6. Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi (Oleh Masnur Muslich)
7. Masalah Rasa Setia Bahasa dan Pembinaan Bahasa Indonesia (Oleh I Gusti Ngurah Oka)
8. Bahasa dan Rasa Kebangsaan (I Gusti Ngurah Oka)
9. Modernisasi Bahasa Indonesia (I GUsti Ngurah Oka)
10.Beberapa Pedoman dalam Standardisasi Bahasa di Sepanjang Sejarah (I Gusti Ngurah Oka)
11.Peristilahan dalam Bahasa Indonesia (I Gusti Ngurah Oka)
12.Persoalan di Sekitar Bentuk Ucapan Baku Bahasa Indoensia (I Gusti Ngurah Oka)
13. Kegiatan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
14. Kegiatan Kongres Bahasa Indonesia

Daftar Pustaka

Lampiran:
Lampiran 1: Putusan Kongres Bahasa Indonesia I
Lampiran 2: Putusan Kongres Bahasa Indonesia II
Lampiran 3: Putusan Kongres Bahasa Indonesia III
Lampiran 4: Putusan Kongres Bahasa Indonesia IV
Lampiran 5: Putusan Kongres Bahasa Indonesia V
Lampiran 6: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VI
Lampiran 7: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VII
Lampiran 8: Putusan Kongres Bahasa Indonesia VIII